menari dan bernyanyilah, mengiringi berjalan begtu cepatnya sang waktu,
mencekik, menginjak, menertawaiku, dan kadang hanya diam melihat langkahku,
mungkin tak seperti yangku bayangkan, tapi ini realita untuk harus siap segalanya,
tak akan berlalu ketika kita hanya diam dan membisu,
nikmati rasa ini, walau kadang terasa menyesakan dada dan menumpahkan air mata.
manakala ada dunia lain, tapi bukan untuk kita lewati, tapi pada siapakah kita harus berpangku dan mengadu? kalau bukan hanya padaNya?
semua berjalan melewati deretan takdir yang sudah kita lalui, memberikan riak@ memori yang tak akan pernah tergantai, andai langit mengerti, bahwa ini adalah jalan indah yang diberi,
tanpa ragu, pasti ada jalan untuk menuju Ridho,Mu...
Tuhan,,,
dalam sepiku, dalam hampaku, dalam semua duniaku, Engkau selalu memberikan jawaban yang terindah dalam hidupku,
sebatas yang aku tau akn semua keyakinan yang tertanam dalam jiwa ini, sepenuhnya tiada pengingkaran akan semua kehendakmu,
saksikan, bahwa aku hari ini melanjutkan duniaku,
sadar dengan semua kekurangan dan segala keterbatasan yang aku miliki, kembali lagi hal yang sangat membuat aku menyimpulkan senyumku,
kenapa dengan hal itu aku harus memulai segalanya dengan bahasa yang tidak aku mengerti, bahasa-Mu begitu indah untuk aku mengerti dan aku pahami, yang pasti aku percaya setiap usahaku untuk selalu mendatangkan kebahagian kepada semua yang aku tau,
aku tau, Engkau selalu menghadirkan kebahagiaan tanpa batas dihidupku, menghadirkan banyak warna yang tidak aku tau abstraknya,
Engkau ciptakan, dirinya, dia, mereka, begitu indah, la roibafih,,,
bila berkenan, izinkanlah aku menjadi hambamu yang bisa selalu memberikan kebahagiaan kepada semua, tanpa ada rasa sakit maupun kecewa,
jika hadirnya adalah anugrah yang engkau berikan, tunjukanlah jalan terindah itu untuk mendapatkan ridhomu, tidak ada lagi yang tersakiti, maupun menyakiti,
setiap bahagiaku, senoga selama itu adalah ridho-Mu,,,
Menyelam dan terdiam, menahan detak jantung untuk berdetak,
lewati malam ini dengan lukisan akdir yang semu,
kenyataanku, tak berujung pada nilai yang aku tawarkan.
melainkan pada jalan yang telah digariskan,
kalau boleh, aku merangkai takdir,
akan aku selipkan titik kematian dalam setiap waktuku,
biar aku sadar kalau aku hidup tak seelamnya.
hingga ingkarku tak berlarut terhadap anugrahmu,
yang lain aku bisa, untuk menertawakan sekian banyak jakan
mungkin lain waktu akan sedih hingga hati kelu untuk merasakanya,
'dimana saja saat bintang tak menemukan jalanya untuk bersinar, maka yang ada hanyalah sebuah harapan untuk meniptakan gaksi baru, yang akan memberikan dunia yang baru juga,
