Bagai harus melangkah tanpa tujuan
Melepaskan harapan seperti daun jatuh dari pohonnya
Saat Kau tak ada, aku hanya diam, diam untuk kembali mengingatkan hati
Kau tak ada, aku yang menganggap nya begitu
Begitu jauh dan semakin jauh
Aku tak bisa, tak akan pernah bisa mendiamkan sepiku
Hening dan tanpa jeda, melewati kesunyian yang nyata
Dan disana aku menemukan dunia yang tak aku pahami
Tentang Hati Yang Lelah
Ingin kuceritakan banyak padamu
Tentang bagaimana aku berjalan hari ini
Melewati desir desir keputusan
Keputusan keputusan yang berujung keputusasaan
Tapi semua itu kelu, tidak ada kata
Aku lebih percaya pada angin jalanan, membawa ceritaku bersama debu2 dan mengantarkan nya dengan bahasa yang tepat padaMu
Aku lebih memahami arti menyerang, dari pada harus bertahan dengan kekalahan kekalahan
Jalan ku, semburat tak tentu arah
Aku lumpuh
Aku buta
Tapi Aku rindu
Dari sekian kenyataan, aku anggap semua adalah ketidakpastian
Hari ini dan esok tetaplah sama, sama sama akan menjadi cerita
Aku tak berharap, karena aku tak tau harapanku, Bagaimana aku bicara padaMu, jika Kamu adalah hatiku
Aku menunggu untuk di rindu,
Pada siapa aku harus bernyanyi
Bintang yang tak kunjung padam
Kau membenamkan wajahmu di angan
Diam, merenung senyap
Biarkan bayangmu kembali
Memeluk ku dengan kosong
Bagai bidang datar tak bertepi
Dan sepertiga nya adalah namamu
Biarkan berderap lancang
Menancap kenangan hilang
Diam di dasar, hilang, kau ku kenang