dimana aku melihat, tak senyum itu merona, menyapa bagai embun pagi, tak ku nanti jawaban kecuali dengan senyuman..
... hanya saja waktu itu tak mengerti berapa lama lagi aku harus menyaksikan butiran air mata yang menetes, 

... sebuah asa tentang impian, menari indah di atas ombak yang menderu, akankah ku ulang sebuah kebahagian yang terkenang...

... bila saatnya nanti tak ada lagi ruang dan waktu yang menyeka, akan ku sampaikan padamu tentang cerita bintang dan malam, yang mengajariku tentang bagaimana menerima takdir...

... tak usah bayangkan bagaimana caraku menyapamu, tapi nikmati saja kerinduan yang terekam dalam gelap, karena terangku tak adalagi mempu menggapaimu

... wahai langit, senyumu itu yang selalu membuatku tersipu malu untuk hanya saja bisa melihat wajahnya, dia yang menerima malam dengan siangnya, dia tersenyum di pagi dan gelapku, dia yang menyisakan ahir cerita di ujung jalan, dia yang tak pernah lelah untuk mengejar asa,

... ah, hanya bayangan semu, bukan saat aku mau mencibir air yang selalu konsisten dengan jalanya.

... pindahkanlah yang seharusnya dipindahkan, dan tetapkan sebagaimana takdir harus berjalan,
Unknown
 Bersama Langit, kan kita ukirkan sejuta warna pelangi terindah, yang kan kalian persembahkan pada sang maha cinta, orang tua, agama dan bangsamu,

Melihatlah kedepan, saat asa dan keyakinan harus menjemput masa depan, dan katakan ''aku berjalan dan bertahan untuk meraih ridho,Nya

tancapkan hati dan fikiran pada ke egoisan untuk mendekatkan diri pada Robbmu dan memperdalam ilmumu, 

Biarkan badai menghadang, hadapilah dengan menyebut namanya, dan tersenyumlah pada setiap masalah yang menerma, beri salam untuk segera menghadapi dan menyelesaikanya,

Sampai waktunya nanti, kau bisa mengerti tentang hidup ini

...tetap semangat adik2ku, perjuangkan cita citamu, dan tahlukan mimpimu, kita semua senantiasa mendoakan jalanmu
tak bermimpi dimalam datang, dan ahirnya menghianati tuhan di pagi hari

... tak terima bila adalagi kehampaan, dan bila masih ada keraguan untuk bertahan,

... perbarui sekenario, dan mulailah bermain dengan merendahkan diri dan bikin lawanmu bahagia dimuka

... dan bila waktunya nanti dia akan menangis, ketika melihat kekalahan dan penyesalan

... maka semakin jelas apa sesungguhnya arti kebencian itu, karena sifat itu hanya untuk dirimu sendiri, dan untuk mereka yang mencoba merendahkan dan menghancurkanmu adalah pedang di depan

... dan mulut2 malam mulai berbusa, memuntahkan kebohongan dan kemunafikan, maka katakan padanya, pada saatnya kamu akan merasakanya, atau hari ini saya yang akan memaksakanya

... berilah ketegasan pada setiap tindakan, biar tidak adalagi kesabaran untuk menjawab keputus asaan

... rasanya,,, menyejukan ketika selalu ada manufer yang menghatam segala amarah yang mengangkang,

... dan lupakan malam ini untuk menyambut pagi bersama sang pencipta waktu..;;