Ada satu hal yang indah ketika kita berada di ruang dan waktu multikultural

Seperti malam ini, di sebuah cafe di pinggiran kota Malang, tidak sengaja saya bertemu dengan para prajurit TNI yang sedang asyik ngopi sesama rekannya, diselingi dengan bergantian menyanyikan lagu daerah asalnya mereka, ah indah dan harmonis bukan?

Bagaimana indonesia hari ini? Seharusnya bangsa kita saat ini adalah seperti mereka, berbeda suku, ras, agama, tapi mereka disatukan dalam ikatan putera bangsa indonesia, mencintai negeri dengan sepenuh hati dan jiwa dan raga, tidak ada lagi sentimen karena perbedaan, saling asih, asah dan asuh.

Di buka dengan lagu daerah, lanjut lagi bernuansa cinta dan kangen versi daerah mereka masing-masing.

Ini indonesia

Selamat pagi kesungguhan
Selamat pagi semangat
Selamat pagi petualangan
Selamat pagi tantangan

Pagiku, dan pagimu sama, menanti mentari menyapa, membawa pesan pengabdian untuk keabadian

Kita adalah keabadian, sang penjelajah waktu dan dimensi kehidupan berbeda

Kita adalah rentetan skenario, bermain dengan peran masing-masing, disutradarai langsung oleh sang pencipta

Kita adalah cinta, cinta kecil dari bagian cinta yang agung

Kita akan bersama, tumbuh subur sebagai kader bangsa, merawat khazanah kebangsaan, menjaga keutuhan, dan mendamaikan doa doa

Alhamdulillah..

Pada suatu hari pernah berfikir keras, menayangkan hakikat kehidupan, untuk apa aku hidup? Kenapa aku ada? Kenapa aku disini? Ap yang aku lakukan saat ini? Dan mengapa orang lain begitu?

Aku tidak mendapatkan jawaban apapun tentang itu, yang aku dapat hanya semakin banyak pertanyaan seperti itu muncul, iya muncul di tengah gempita dunia fana ini.

Sampai aku putuskan untuk tidak bertanya, iya tidak bertanya lagi, tapi aku akan berusaha menjadi jawaban dari setiap pertanyaan ku

Malang, 4 Februari 2017