Unknown
Tidak pernah mendengarnya lagi
lirih nian nada itu di putar
menggelayut di dasar pekat malam
waktu kian berjalan,
masih dengan nyanyian dan ritme yang sama
hei, itu saja?
Semakin dangkal kau menantang
lama tak ada lengan baju yang dilipat
ah, itu saja yang kau tanyakan
aku tak pernah mencucinya,
mungkin dia mulai kotor di makan keadaan
Duh, lupa dimana kau meninggalkan jejak jidat dilantai
bibir yang komat kamit dalam diam
atau hanya sekedar cucuran air dari mata.
hening, hampa, dan sepimu terkoyak, merindukanmu untuk memeluknya lagi.
sampai jumpa di sepertiga malam.
Unknown
izinkan aku pergi untuk menatap kekalahan...
dikala kelu datang, bukan karena aku tak bergeming, hanya saja aku menikmatinya dengan paruh waktu ku
sebuah ahir tidak lah dinanti,
melainkan akan tumbuh duri yang akan memaksamu menyiraminya
bagaimana bisa aku diam, jika masih ada ketakutan menyergap dalam gelap
kadang memang begitulah cerita,
kita mencoba memperindah, namun yang kita dapat adalah kenangan
ah, rasanya tak bosan bila ku menatap lagi malam
dia tertegun anggun dalam bidak sempit, hidup nya hanya bualan belaka, dan aku menganggapnya skeptis
ini tak nyata, tenang saja dia
akan kusimpan di balik bajuku
baik kan dirimu, dan perlahan aku akan pergi
maafkan lah,
hanya berharap beberapa inchi dari hati,
jika nanti ada naluri, coba bawa kembali
ya memang begitu, selalu harus ada pemberat
biar kita tau bagaimana menempuh sekarat
karena ketidakpastian akan tetap menyayat
Unknown
Kebijaksanaan, hal yang tak akan seorang filosup pun mampu untuk konsisten menerapkanya.
Bah seorang raja, kadang keputusanya masih melukai hati rakyatnya.
Kadang untuk menyampaikan suatu tujuan, perlu ada pengorbanan Kebijaksanaan, biarpun kadang ada hati yang tersayat, karena memang kadang jujur itu tak adil.